Berita

Petani Paloh Merasa Terbantu Dengan Kehadiran Mahasiswa PKL Polbangtan Gowa

Posted by:

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, melakukan penyemprotan pestisida di lahan sawah petani dalam membasmi hama walang sangit. Kegiatan dilakukan Desa Malek, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas pada pagi hari pukul 09.00 (pagi). Sabtu, (14/03).

Penyemprotan atau aplikasi pestisida merupakan suatu cara yang ditempuh untuk mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) baik itu berupa hama ataupun penyakit agar tidak terjadi kerusakan yang berlebihan pada tanaman sehingga target produksi dari tanaman yang dibudidayakan bisa tercapai sesuai dengan yang di inginkan.

Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi penggunaan pestisida yang biasa dikenal dengan istilah 3T (Tepat) yakni “ Sebelum memutuskan untuk melakukan penyemprotan, lebih baik kenali dan amati dulu jenis hama/penyakit apa yang menyerang tanaman kita, supaya nanti bisa memperoleh sasaran yang tepat dan bisa menentukan jenis pestisida apa yang akan kita aplikasikan (tepat sasaran), Kapan waktu yang tepat untuk aplikasi pestisida? Pada saat serangan hama dan penyakit tanaman sudah mencapai ambang pengendalian. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah tingkat perkembangan OPT, cuaca dan strategi untuk menghindari/menunda kekebalan hama (tepat waktu) dan Penyemprotan harus dicari imbangan yang cocok antara dosis dan konsentrasinya. Baca dulu label yang ada pada kemasan dan berapa dosis yang dianjurkan serta perhatikan konsentrasi untuk aplikasi pestisida tersebut (tepat dosis).

Odriek Febrian Sundah, mahasiswa Polbangtan Gowa jurusan pertanian semester VI ini terjun langsung melakukan penyemprotan pestisida untuk membasmi hama walang sangit. Dikarenakan, Hama Walang Sangit yang Menyerang dalam jumlah banyak, sehingga memicu keresahan dari Pak Sandi akan Lahan Sawahnya. Minimnya Pengetahuan untuk membasmi Hama Walang Sangit dan kapan penyerangannya. Pemicunya Adalah Penanaman Padi yang tidak serempak sehingga menimbulkan populasi dari hama Walang Sangit yang sangat besar.

Berdasarkan peninjauan langsung dan tanya jawab bersama pemilik lahan, para petani tidak melakukan tanam serempak karena lahan disitu adalah sistem borong, sehingga hama sangat betah dengan kondisi yang seperti ini, Jikalau tidak cepat dilakukan proses Penyemprotan Maka padi dari Pak Sandi akan mengalami gagal panen seperti padi yang berada di samping lahannya,” ungkap Odriek.

Dalam sambutannya, Camat Paloh menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polbangtan Gowa karena masih menempatkan mahasiswa Polbangtan Gowa di Kecamatan Paloh dalam kegiatan PKL II. “Saya berharap mahasiswa selama PKL dan Pendampingan dapat bersama masyarakat menggali dan mengembangkan segala potensi yang ada di Kecamatan Paloh, salah satunya potensi agrowisata yang ada di kecamatan ini” ucap Ir. Sofiandi, M.Si selaku Camat Paloh pada acara penerimaan mahasiswa. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.