Berita

Peternak Kesulitan Cari Pakan, Mahasiswa Polbangtan Gowa Beri Solusi Dengan Fermentasi Dedak

Posted by:

Untuk membantu dalam penyediaan pakan bagi ternak, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I, melakukan penyuluhan tentang Fermentasi Dedak Untuk Pakan Ternak. Rabu (25/03).

Fermentasi pakan adalah proses amoniasi terhadap pakan ternak supaya kandungan nutrisi yang terdapat pada pakan ternak hijauan (pakan serat) bisa disimpan dan bertahan dalam kurun waktu lama. Sedangkan amoniasi merupakan cara pengolahan kimia untuk meningkatkan kadar cerna bahan pakan hijauan (berserat) serta kadar protein dengan menggunakan amoniak (NH3) sebagai bahan kimia. Pakan ternak fermentasi ini biasa diberikan pada hewan ternak ruminansia seperti kambing, sapi dan kerbau.

Tujuan dari fermentasi ini adalah memecah kandungan serat, protein dan karbohidrat menjadi senyawa yang lebih sederhana, fermentasi dedak padi dapat menggunakan ragi, bakteri, fungi atau kombinasi dari ketiganya pada kondisi anaerobik atau tertutup.

Sedangkan tujuan utama peternak memberi pakan fermentasi pada hewan ternak supaya saat menyimpan pakan ternak yang tersedia dalam jumlah banyak bisa bertahan lama tanpa mengurangi kandungan nutrisi yang ada pada pakan tersebut. Sehingga hal ini sangat membantu peternak kambing dalam memberi pakan hijaun (serat) di saat musim kemarau.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan padi pagi hari pukul 10.00 dan dihadiri Kelompok Tani Mekar, pegawai dan PPL Desa Lentu serta Ibu koord BPP Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Mahasiswa yang terlibat yakni dari Jurusan Peternakan Polbangtan Gowa, diantaranya; Bagus Nur Prasetyo, Haspar, Dzulhijrah Qurbayani, Fadli Nurul Ashari Amir, Alfian Salama Samsul.

Disaksikan anggota Kelompok Tani Mekar, Pemilik Ternak Pak Syaiful dan Koord BPP Kecamatan Bontoramba Ibu Yuli, S.ST yang juga merupakan Alumni STPP Gowa, Bagus mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan tentang penting penyediaan pakan bagi ternak selama musim kering berlangsung. Kata Bagus, Penyuluhan kami lakukan bersama mahasiswa lain adalah bertujuan tersebut memberikan solusi penyediaan pakan hijauan ternak dikala musim kemarau.

Hal mendasar sehingga kami mengambil judul penyuluhan ini adalah berdasarkan peninjauan langsung dilapangan. Hal tersebut dapat terjadi karena hijauan pakan ternak yang kering. Sehingga peternak kesulitan mencari pakan,” ungkapnya.

Penggunaan dedak padi fermentasi untuk pakan ternak itu sudah sangat luas. Mulai dari ternak kambing, ternak sapi, ayam petelur dan puyuh, Semua menggunakan dedak padi dalam ransumnya. Oleh arena itu, supaya penggunaan dedak padi lebih efektif, saya kira perlu sekali mengetahui cara membuat dedak padi fermentasi. Ini yang disampaikan Bagus diawal penyuluhannya.

Dibandingkan dengan pakan alami yang kita berikan langsung pada kambing ternak, pakan fermentasi mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya adalah:

  • Dapat memperbaiki sistem pencernaan pada kambing
  • Mampu meningkatkan produksi susu pada kambing, terutama pada kambing etawa
  • Membuat kambing ternak cepat gemuk atau bertambah bobot secara alami dan sehat
  • Pakan fermentasi dapat disimpan sesuai dengan kebutuhan (pakan ternak dapat bertahan lama mengurangi jumlah kandngan nutrisi)
  • Dapat mempercepat petumbuhan karena pakan ternak fermentasi terdapat nutrisi penambah nafsu makan
  • Daging ternak kambing menjadi lebih rendah kolesterol dan tidak prengus
  • Membantu menjaga dan meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh pada kambing ternak
  • Dapat mengurangi amoniak atau bau kotoran hewan yang tidak enak sehingga dapat mengurangi pencemaran udara lingkungan
  • Kotoran ternak kambing yang diolah menjadi pupuk memiliki kualitas yanng lebih unggul
  • Urine pada kambing lebih sedikit dan dapat dimanfaatkan sebagai biogas alami, sehingga pemeliharaan ternak kambing lebih mudah,” ungkap Bagus mengutip dari (wikipedia). (MUZ)
0
  Related Posts
  • No related posts found.