Berita

Polbangtan Gowa dan Bank Sulselbar Jajaki Peluang Kerjasama, Direktur Polbangtan: Kerjasama Dalam Bentuk Akademik dan Non Akademik

Posted by:

Dalam upaya mendukung program Kementerian Pertanian, Tridharma Perguruan Tinggi serta peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan petani, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menjajaki peluang kerjasama dengan Bank Sulselbar (15/02).

Dr. Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa didampingi Wadir II dan Wadir III berkunjung dan diterima secara langsung oleh Amri Mauraga selaku Direktur Utama Bank Sulselbar.

Syaifuddin, diawal pertemuan mengatakan bahwa di Polbangtan Gowa selain membina mahasiswa juga membina beberapa kelompok tani binaan sebagai bentuk dukungan pada program yang digelontorkan Kementerian Pertanian.

Sehingga dibutuhkan banyak kerjasama untuk mewujudkan dan menyelesaikan tugas pokok tersebut, salah satunya dalam bentuk MoU, termasuk dengan Bank Sulselbar kami jajaki, bentuk kerjasama ini nantinya bisa akademik dan non akademik,” tutur Syaifuddin.

Didampingi Direktur Pemasaran dan Syariah, Amri mengatakan dibidang pertanian beberapa program dan produk unggulan telah dijalankannnya termasuk pembinaan petani dalam bentuk bantuan dana dan benih. Kegiatan kami ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi baik dibidang pertanian, peternakan dan perikanan,” ungkapnya.

Amri Mauraga menyambut baik dengan menyampaikan ucapan terima kasih ke Polbangtan Gowa yang telah memilih Bank Sulselbar sebagai mitra. Kami sangat mengapresiasi atas rencana kerjasama dan masukan untuk segera dilakukannya tanda tangan kerjasama tersebut dan meminta penanda tanganan nantinya dilakukan di Polbangtan Gowa, tuturnya.

Diakhir pertemuan Syaifuddin menambahkan bahwa penjajakan Kerjasama ini tentunya diharap berpengaruh positif terutama dalam bidang pengembangan SDM serta Pendidikan vokasi.

Seperti yang diketahui, Kementerian Pertanian melalui Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah melaksanakan pendidikan vokasi di 6 Politeknik Pembangunan Pertanian dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia serta 3 Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan. Sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan, untuk itu diperlukan sdm yang berkualitas yang mampu terus menggerakkan dan mengembangkan pembangunan pertanian tidak terlepas juga pemanfaatan teknologi yang baik.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Bicara pendidikan kedepan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Teori yang selama ini mendominasi pendidikan perlu diganti dengan praktek yang disinergikan dengan teori. Pendidikan vokasi mengajarkan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis yang harus dilakukan. Tak hanya itu Pendidikan vokasi juga menanamkan karakter yang didapatkan dari pengalaman dan pendekatan perilaku.

Dari empat jurus jitu yang ditekankan dalam pendidikan vokasi, termasuk didalamnya Milenial pertanian harus mampu bekerjasama dengan orang lain dan berkolaborasi untuk mensukseskan pembangunan pertanian,” ungkap Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan pendidikan vokasi dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menghasilkan Qualifies Job Seeker dan Job Creator. Berbagai upaya dilakukan diantaranya meningkatkan sarana penunjang proses pembelajaran dan kerjasama dengen instansi pendidikan lain untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa. “Semoga dengan upaya Kementan bisa melahirkan generasi milenial yang dapat melanjutkan mingkat stafet pembangunan sektor pertanian,” katanya. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.