Berita

Polbangtan Gowa dan Universitas Muslim Maros Jalin Kerjasama Dalam Pelaksanaan Kompetisi Kampus Merdeka

Posted by:

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa dan Program Studi Agroteknologi Universitas Muslim Maros sepakat menjalin kerjasama. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak yang masing-masing diwakili oleh Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ir. Syaifuddin, MP dan Ketua Tim Pelaksana Kampus Merdeka Universitas Muslim Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos, M.Si.

Acara penandatanganan MoU dilaksanakan di Ruang Direktur Polbangtan Gowa, Selasa Rabu 3 Februari 2021. Penandatanganan disaksikan langsung oleh para Wakil Direktur, para Ketua Prodi, para Kabag lingkup Polbangtan Gowa.

Ketua Tim Pelaksana program kompetensi kampus merdeka dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dapat terealisasinya penandatanganan kerjasama ini, meskipun menyadari sama-sama memerlukan tetapi banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Kerjasama yang dimaksud yaitu tentang pelaksanaan kegiatan program kompetisi kampus merdeka yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu adapula bentuk kegiatan lain seperti pertukaran mahasiswa, program magang, praktek dan pelatihan dibidang pertanian, serta kegiatan lain yang relevan dengan lingkup akademik Pendidikan vokasi.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengharapkan mahasiswa kedepannya untuk lebih professional, berdaya daing dan berjiwa wirausaha.

Walau pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, Mahasiswa tetap menjalankan kegiatan pembelajaran melalui metode daring (onine) Learning From Home (LFH). Nantinya menjadi alumni yang betul-betul job seeker maupun job creator, sehingga nantinya diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan rekan-rekannya yang lain.

“Salah satu indikasi keberhasilan pendidikan vokasi adalah alumninya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri. Kita harus bangun DUDI sebanyak-banyaknya melalui dunia vokasi dan menghasilkan SDM yang profesional dan mandiri,” ujar Dedi.

Bahkan untuk Pendidikan vokasi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mempunyai empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi, yakni karakter, pendidikan vokasi harus menciptakan generasi milenial yang memiliki karakter seorang petarung, tidak mudah menyerah, dan memiliki jiwa yang tangguh.

“Transformasi pendidikan di sektor pertanian belumlah maksimal apabila hanya menyangkut kelembagaan, maka ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi yakni pengembangan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis,” kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL).

0
  Related Posts
  • No related posts found.