Berita

Polbangtan Gowa Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Bupati Bantaeng Beri Apresiasi

Posted by:

Dalam rangka meningkatkan peran petani dalam mendukung program prioritas Kementerian Pertanian serta membangun posisi tawar dan daya saing dengan pelaku usaha lain, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Bimbingan Teknis Angkatan II bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Bantaeng, Sabtu 30 Januari 2021.

Bimtek ini memfokuskan pada materi manajemen dan teknis ini tentunya ini akan disesuaikan dengan kebutuhan petani yang menjadi peserta pada kegiatan ini.

Bupati Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Ilham Syah Azikin, M.Si memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Polbangtan Gowa dalam kegiatan Bimtek ini.

Kami berharap, Polbangtan Gowa ikut bersama-sama meningkatkan dan meng-upgrading kapasitas sumberdaya petani dan penyuluh yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Ini tentunya menjadi sesuatu yang sangat penting dan berharga bagi kami Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan seluruh masyarakat yang sampai dengan saat ini masih eksis dengan sumberdaya pertanian.

Mudah-mudahan ini dapat berkesinambungan dan kita sama-sama mewujudkan sumberdaya pertanian yang lebih handal untuk bangsa dan negara yang kita cintai, ujar Ilham.

Dalam sambutan pada pembukaan Bimtek, Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Syaifuddin membeberkan tujuan pembangunan pertanian yang intinya akan menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk di Indonesia, Meningkatkan kesejahteraan petani dan Meningkatkan ekspor pertanian, melalui peningkatan produktivitas, kualitas, kontinuitas komoditas pertanian, ujarnya.

Selain itu, kami dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian fokus untuk regenerasi Petani dan Petani Milenial, upaya-upaya yang dilakukan adalah melaksanakan Pendidikan dan pelatihan vokasi, pemberdayaan P4S, branding petani, penumbuhan wirausahaan pertanian dan yang saat ini tengah berlangsung di Kabupaten Bantaeng adalah Program YESS.

Melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Kementerian Pertanian mencoba mengajak generasi milenial di Bantaeng terjun ke sektor pertanian.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, program YESS akan membantu proses regenerasi tersebut. YESS juga bisa meyakinkan generasi milenial untuk menggarap sekor ini.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi millennial bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementan, Dedi Nursyamsi, menilai regenerasi harus dilakukan. Karena, dalam waktu sepuluh tahun mendatang sekitar 70 persen petani sudah masuk usia tidak produktif.

“Jadi mau tidak mau harus ada regenerasi petani. Karena itu, suka atau tidak, siap atau tidak pemerintah perlu melakukan regenerasi petani kepada kelompok usia milenial. Meskipun saat ini jumlah kelompok petani milenial belum signifikan, namun kontribusi mereka cukup besar dalam pembangunan dan penyediaan pangan. Kita mengajak kelompok milenial ini untuk turun ke sektor pertanian,” tutur Dedi.

Ia menyakini jika sektor pertanian dikelola dengan baik dan benar, maka pundi-pundi rupiah akan terus mengalir dari usaha tersebut. Apalagi, jika diterapkan dengan cara-cara modern sesuai konteks kekinian.

Menyadari tingginya potensi generasi milenial terhadap sektor pertanian, Kementan terus memfasilitasi generasi milennial agar bisa terjun menjadi petani, serta wirausaha pertanian. Salah satu upaya membangkitkan generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

0
  Related Posts
  • No related posts found.