Polbangtan Gowa Gembleng Mahasiswa Skill Jurnalistik

Bagikan Info

Baru-baru ini Politeknik pembangunan pertanian (polbangtan) gowa sukses mengadakan workshop jurnalistik selama tiga hari di Hotel W Three Makassar Sulsel (13-15/10/2022). Workshop tersebut melibatkan 24 perwakilan mahasiswa yang memiliki minat dan bakat dalam dunia jurnalistik.

Mahasiswa dilatih berbagai skill jurnalistik seperti, teknik penulisan berita, pengambilan foto dan video, pengelolaan medsos, teknik membuat konten dan public speaking.

Narasumber yang dihadirkan pun para jurnalis dan konten creator tersohor di Sulsel seperti Rijal Djamal, Imam Wahyudi, Muh. Takwim dan Winda Anggraeni, serta praktisi komunikasi public Fauziah yang juga merupakan dosen STAI Al-Azhar Gowa.

Selain metode classroom, peserta juga melakukan kegiatan visit ke kantor Tribun Timur yang berlokasi di jalan cendrawasih Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Disana mereka belajar alur bagaimana sebuah berita dapat naik cetak maupun rilis ke dalam sebuah media.

Wakil pemimpin redaksi Tribun Ronald Ngantung menerima hangat kedatangan peserta pelatihan.

Disana, Ronald berbagi tips bagaimana mendapatkan berita. Ia juga banyak berbagi pengalaman membuat sebuah inovasi agar sebuah perusahaan media dapat bertahan dengan adanya perubahan pola pembaca dari yang dulu cetak ke online dan medsos.

Polbangtan Gowa sebagai sebuah kampus vokasi memang tidak melulu focus mengajarkan mahasiswanya ilmu teknis terapan pertanian. Apalagi target alumninya setelah lulus adalah menjadi wirausahawan muda bidang pertanian.

Polbangtan Gowa banyak memfasilitasi berbagai kegiatan pendukung untuk menumbuhkan jiwa wirausaha serta skill pemasaran melalui pemanfaatan media online maupun sosial.

Kegiatan pendukung tersebut seperti workshop jurnalistik, motivasi bisnis dan permodalan melalui program penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP)

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan workshop, rencananya akan dibentuk UKM pers mahasiswa (persma) Polbangtan Gowa. Harapannya melalui organisasi ini mahasiswa akan diperkuat skill kemampuan menulis, berkomunikasi dan promosi produk dengan memanfaatkan media sosial.

Nurfa Arianti, salah satu peserta, yang juga mahasiswa tingkat 1 jurusan pertanian mengungkapkan bahwa alasan ia mengikuti workshop, “Saya ingin mempelajari jurnalistik agar mengasah kemampuan menulis sebuah artikel. Lalu, bisa mengirimkannya ke sebuah media. Selain itu juga mengasah kemampuan wawancara dan teknik menyampaikan berita”. Ujar Nurfa

Saat ditanya apa yang diperoleh setelah pelatihan, ia berujar “saya jadi lebih percaya diri, dan berharap setelah pelatihan ini bisa ada pelatihan lanjutan serta bisa mengirimkan sebuah artikel” katanya.

Ditengah derasnya arus digitalisasi dan media social saat ini, pengetahuan akan jurnalistik sepertinya memang sebuah kemestian.

Hal tersebut sebagaimana penyampaian direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin di saat membuka pelaksanaan workshop pada kamis (13/10/2022).
“Mahasiswa polbangtan gowa dididik untuk menjadi wirausahawan muda bidang pertanian, yang adaptif terhadap teknologi. Tentu bukan hanya kemampuan teknis budidaya atau peningkatan produksi yang dibutuhkan, tetapi juga ilmu pemasaran dengan pemanfaatan media baik online maupun social”. Ujar syaifuddin.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memang saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM Pertanian.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi beberapa waktu lalu menjelaskan, “Salah satu fokus BPPSDMP adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, berdaya saing, serta berjiwa entrepreneur. SDM Pertanian inilah yang menjadi tonggak dalam mendukung pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” katanya

“Mahasiswa polbangtan adalah penerus tongkat estafet pembangunan pertanian. Bila petani milenial mampu mandiri dan inovatif dapat dipastikan pembangunan pertanian cepat terwujud” ujar Dedi.

Hal ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa mencetak SDM pertanian unggul merupakan pilar dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern.

Salah satunya menurut SYL adalah melalui pendidikan vokasi. Bahkan Ia optimis, melalui Polbangtan akan tercipta tenaga pertanian yang andal, profesional, kreatif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi persaingan dunia usaha kerja sektor pertanian.
“Kita harus fokus untuk melahirkan SDM pertanian mulai Dosen, Widyaiswara dan Mahasiswa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini kita sudah masuk dalam era 4.0 dimana dunia ada dalam genggaman” ujar SYL.

Turut memeriahkan workshop, dua perusahaan penyedia jaringan dan telekomunikasi, PT. Indonesia Comnet Plus (Icon+) dan PT. Hypernet Indodata, yang memberikan berbagai hadiah lomba kepada para peserta.

Ada dua kategori lomba yaitu individu dan kelompok, yang masing-masing kategori diambil tiga terbaik. Kategori individu meliputi; terbaik dalam menulis rilis berita, terbaik dalam membuat konten video pendek, dan berbagai kuis. Adapun kategori kelompok adalah pembuatan video podcast.


Bagikan Info