Polbangtan Kementan Sinergikan Program Smart Farming Dalam Kurikulum Pendidikan

Bagikan Info

BALI – Menghadapi berbagai tantangan yang ada, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), smart farming adalah solusi pasti bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.

Syahrul berpendapat bahwa pertanian modern dapat diwujudkan secara cepat apabila program tersebut dapat dikembangkan secara baik. Yang pasti, kata dia, efisiensi tenaga, waktu dan biaya produksi harus bisa diturunkan hingga 30 persen.

“Dengan efisiensi, marginnya bisa kita naikan. Saya kira semua bisa kita wujudkan dengan kebersamaan. Dan ingat pertanian itu memberi keuntungan dan memberi kebaikan,” kata Syahrul.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, saat membuka acara first Agri PolyFest 2022 di hadapan ribuan petani milenial di Malang beberapa waktu yang lalu.

“Ada tiga Mutiara sebagai kunci sukses membangun pertanian di era global; Pertama, terapkan smart farming dengan memanfaatkan Alsintan (alat mesin pertanian) dan inovasi teknologi 4.0 seperti artificial intelligence, robotic dan sejenisnya. Kedua, mendorong petani muda untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dianalogikan sebagai ´bensin´ yang menggerakkan usaha pertanian dan membangun agribisnis. Ketiga adalah kolaborasi dengan seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan”. Ujar Dedi.

Polbangtan Gowa sebagai unit pelaksana teknis BPPSDMP Kementan berupaya mensinergikan program pendidikan dengan tiga mutiara sebagaimana yang disampaikan Kepala Badan SDM.

Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha merancang kurikulum dan kegiatan pendidikan dengan berbasis teknologi dan IoT, smart farming, dan upaya memperluas kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak.

Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin, saat membuka acara rapat evaluasi kinerja di Bali (23/11) mengatakan bahwa, tahun 2023-2024 adalah tahun pertanian presisi dengan target pertumbuhan 4 persen. Dalam mendukung hal tersebut maka perlu mensinergikan program baik melalui pendidikan, pelatihan maupun penelitian.

“Melalui kegiatan rapat evaluasi kinerja ini, kita berharap dapat mengukur apa yang kurang dan apa yang di perlu ditambahkan. Kemudian menyusun rencana kerja yang mensinergikan dengan program utama Kementan” ujar Syaifuddin.

Ketua panitia kegiatan Mufidah Muis yang juga Wadir 3 Polbangtan Gowa menyebutkan bahwa tujuan dilaksanakan rapat tersebut adalah untuk menyusun rencana kerja dan mendapatkan data-data serta informasi hasil capaian kinerja tahun 2022 dari masing-masing unit lingkup Polbangtan Gowa.

Pada saat evaluasi, Beberapa unit di Polbangtan Gowa secara bergiliran menyampaikan capaian kinerjanya, seperti Bagian umum, Bagian Akademik Kemahasiswaan dan Alumni (BAAKA), PPID, TIK, TEFA, Unit Penjaminan Mutu, UPPM, Jurusan, program Yess hingga penanggung asrama baik kampus 1 maupun 2.
Pada sesi diskusi terdapat banyak kritik dan saran yang membangun dari peserta rapat evaluasi. Hal tersebut menjadi bahan bakar dan amunisi bagi setiap unit untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan pemberian penghargaan kepada pegawai maupun THL yang memiliki kinerja terbaik pada tahun 2022.

Empat orang pegawai terpilih yaitu Pak Juhari, Rahmat, Ardian, Nurhayati dan Desi Arisma.
Rahmat yang merupakan staf Unit Penjaminan Mutu (UPM) dan juga dosen jurusan pertanian Polbangtan Gowa, saat ditanyakan awak media bagaimana hingga ia terpilih, berujar; “Jadikan pekerjaan sebuah amalan, sehingga harus menjaga keikhlasan agar bermanfaat bagi Manusia”.

“Hindari bekerja karena berharap pujian dan takut celaan, bekerjalah karena mengharapkan ridha dari Allah. Jangan pula mengkambing hitamkan keikhlasan untuk beramal asal- asalan, Tapi kerahkan segala potensi yg kita miliki untuk bekerja dan beramal” Ujarnya.

Selain evaluasi capaian kinerja, semua unit juga menyampaikan rencana kerja pada tahun 2023 yang akan datang.
Wakil Direktur 2 Kartika Ekasari menyebutkan bahwa salah satu program yang diperkuat pada tahun 2023 adalah program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Menurut Eka program MBKM tahun 2022 masih banyak kekurangan, oleh karenanya akan disempurnakan mulai tahun 2023 akan datang.

Misalnya kata Eka, saat ini hanya focus di lokasi petani maju, kedepannya akan juga diberikan pilihan di perusahaan atau sentra produksi pertanian lainnya dalam bentuk magang bersertifikat.


Bagikan Info