Berita

Raih Bonus Demografi, Kementan Fasilitasi Penumbuhan Petani Milenial

Posted by:

Sebagai bonus demografi, Indonesia didukung oleh sumberdaya manusia (SDM) usia produktif atau generasi milenial. Hadirnya generasi milenial menjadi harapan baru bagi sektor pertanian. Sebab, di tangan generasi milenial lah pembangunan pertanian berada.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendorong serta meningkatkan minat generasi milenial untuk menekuni sektor pertanian.

Bahkan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, tak berhenti mengajak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Sektor pertanian itu adalah lapangan kerja yang sangat menjanjikan, selama ada kemauan yang serius untuk menggarap sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

Mentan Syahrul menyatakan, kehadiran petani muda sangat diperlukan untuk pembangunan dan peningkatan produktivitas pertanian Indonesia.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan hal serupa.

“Pertanian terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi. Bahkan kini sektor pertanian menjadi solusi dengan menghadirkan lapangan pekerjaan bagi siapa saja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pertanian adalah sektor seksi yang bisa bisa digarap siapa saja, termasuk anak-anak muda,” katanya.

Kementan pun memfasilitasi penumbuhan regenerasi petani ini dengan berbagai program, salah satunya adalah program Youth Enterpreneurship and Employment Support Serices (YESS) yang hadir di 4 provinsi dan 15 kabupaten, salah satunya adalah Bulukumba, Sulawesi Selatan

Bupati Bulukumba, A. Muchtar Ali Yusuf, ditemui saat saat membuka kegiatan District Multi Stake Holder Forum (DMSF) di Aula Bapeda Bulukumba, mengatakan bahwa regenerasi petani serta mendorong keterlibatan kaum milenial di sektor pertanian sejalan dengan visi dan misi pemerintah Bulukumba saat ini.

“Hadirnya Program YESS sangat membantu penciptaan generasi milenial. Pertanian saat ini menjanjikan, saya yakin anak-anak kita tidak lagi mau jadi PNS karena meinset generasi milenial sudah mulai berubah dan itu terus kami arahkan,” katanya.

“Ada ruang terbuka untuk anak muda milenial di Bulukumba dalam mengembangkan keahliannya. Dan YESS telah memberikan itu, jadi sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Bupati dihadapan 28 penerima dana hibah kompetitif. Saya berharap terus bekerja dan berinovasi semaksimal mungkin untuk mengembangkan pertanian dan peternakan di Bulukumba, dan meminta komitmen kepada seluruh stake holder mendukung Program YESS di Bulukumba,” ujarnya.

Wakil Direktur I yang mewakili Direktur Polbangtan Gowa selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Sulawesi Selatan, Ekasari, menyampaikan bahwa kita saat ini punya tanggung jawab besar dalam menciptakan regenerasi petani guna menjaga ketahanan pangan.

“Bulukumba menjadi salah satu dari 4 kabupaten yang mendapatkan Program YESS, olehnya itu ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Kabupaten Bulukumba yang sangat antusias menjalankan program ini,” jelas Ekasari.

Sebagai bentuk bentuk nyata dukungan terhadap regenerasi petani, hadir Bappeda, Dinas Pertanian, Kepala OPD, Camat, Koordinator BPP, Ketua Hipmi, Ketua Kadin, KTNA, P4S, pemuda tani milenial serta pihak perbankan.

0
  Related Posts
  • No related posts found.