Rombak Kurikulum Berbasis MBKM, Polbangtan Kementan Gelar FGD

Bagikan Info

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan pentingnya peranan generasi muda dalam memperkuat sektor pertanian kedepan. Untuk itu perguruan tinggi sebagai lembaga sebuah pendidikan memiliki peran penting dalam upaya regenerasi petani.

“Anak muda wajib memperkuat negaranya sendiri agar tidak mudah dikalahkan negara lain dan perguruan tinggi wajib mencetak SDM yang unggul dan memiliki karakter kuat di semua bidang”. ujar Syahrul.

 

Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi, mengatakan ciri pendidikan vokasi yang berhasil adalah lulusannya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dikawal dan dilibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam menyusun kurikulum, proses pembelajaran, dan tahapan lainnya sehingga lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja”. Papar Dedi.

Badan SDM Kementerian Pertanian telah melaksanakan evaluasi terhadap Kurikulum di Polbangtan yang mengarah pada spesifikasi program studi yang disesuaikan dengan Jabatan Rumpun Ilmu Hayati Pertanian.

Untuk mendukung program Kementerian Pertanian, saat ini Polbangtan dan PEPI dituntut pula dapat mengimplementasikan kurikulum Merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Pelaksanaan program MBKM dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan hardskill (pengetahuan dan keterampilan khusus) dan softskill (sikap dan keterampilan umum).

BPPSDMP telah melakukan beberapa kali pertemuan terkait Program MBKM yang akan disinergikan dengan program strategis Kementan. Hasil Rapat Kurikulum di Pusat beberapa waktu lalu menginstruksikan bahwa perubahan kurikulum khususnya struktur mata kuliah dituntut adanya perubahan, namun tentu tidak boleh lebih dari 20%.

 

Menindaklanjuti hal tersebut, Pobangtan Gowa mengadakan FGD Penyusunan Kurikulum Tahun 2023 Berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Untuk membahas Penyesuaian dan pembaharuan kurikulum sebelumnya.

FGD yang dihadiri oleh sekitar 42 Dosen dan tenaga pendidik lainnya tersebut dilaksanakan di Hotel Remcy Makassar selama tiga 19-21 Desember 2022. FGD juga mengundang para praktisi pendidikan dari Universitas Hasanuddin seperti Rusli M. Rukka dari Fakultas Pertanian dan  Agustina Abdullah yang juga Dosen Fakultas Peternakan.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin mengatakan bahwa kurikulum adalah sebuah istilah yang komprehensif. Menyusunnya perlu keterlibatan dosen, Dudi, bahkan orang tua siswa maupun masyarakat lainnya.

Hal tersebut karena menurut Syaifuddin kurikulum adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap  karakter output mahasiswa yang kita inginkan.

“Saya minta untuk dosen Luar Biasa (LB) dimungkinkan menggunakan dosen-dosen muda, yang mempunyai skill kewirausahaan dan inovatif, agar dapat menularkan jiwa agropreneurship ke mahasiswa”. Tegas Syaifuddin.

Di akhir Urfyana, Ketua panitia FGD mengatakan bahwa dari hasil FGD, diperoleh Draft SK kurikulum tahun 2023 yang sudah berbasis MBKM yang nantinya akan digunakan selama program MBKM di tahun 2023 mendatang. Kemudian draft SK tersebut akan dilaporkan di Pusdik BPPSDMP Kementan sebagai hasil perbaharuan dari Kurikulum Polbangtan Gowa Tahun 2018.


Bagikan Info