Sertifikasi Lulusan, Polbangtan Kementan Lakukan Uji Kompetensi Mahasiswa Peternakan

Bagikan Info

GOWA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) fokus menggenjot pengembangan SDM pada bidang pertanian. Berbagai program dikembangakan, salah satunya percepatan regenerasi petani.  Tak sekedar mencetak petani dan pengusaha milenial, Kementan juga membekali para generasi muda dengan sertifikasi kompetensi.

Hal ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa mahasiswa harus bisa menjadi pionir generasi petani milenial untuk membangun pertanian modern dan fondasi kesejahteraan petani.

“Kalian adalah pionir penentu kesejahteraan bangsa. Teruslah belajar karena saat ini kita harus mampu bersaing dengan negara luar,” ujar Mentan Syahrul.

Mentan Syahrul berharap, lulusan Polbangtan menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul dan mampu menjadi pemimpin yang inovatif dan memiliki prinsip.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, alumni Polbangtan juga diharapkan mampu mengisi subsektor usaha bidang pertanian peternakan di masyarakat.

“Kementan terus mendorong alumni Polbangtan menjadi terdepan di bidang pertanian melalui berbagai upaya. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi,” ujar Dedi.

Dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Peternakan Indonesia (LSP-PI) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menggelar pelatihan dan sertifikasi kompetensi skema Formulator Pakan dan Supervisor farm Unggas.

Sertifikasi kompetensi tersebut diikuti sekitar 151 orang mahasiswa tk. IV Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan serta mahasiswa Tk. III Prodi Budidaya ternak.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kemandirian mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya serta dapat memastikan dan memelihara kompetensi melalui proses pembelajaran, baik formal maupun non formal.

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai 25-27 Juli 2022, menghadirkan Muhammad Arif Wangsa dari PT. Japfa dan drh. Wahyu Sangaji selaku asesor dari LSP Politani Pangkep. Materi yang disajikan seperti Formulator Pakan, Bimtek Supervisor Farm Unggas dan sertifikasi kompetensi formulator pakan.

Pengetahuan tentang formulasi pakan merupakan pembahasan yang sangat penting sebab dapat menjadi penentu keberhasilan usaha peternakan. Hal ini dikarenakan pakan berkontribusi 60-70 persen pada biaya produksi usaha. Sehingga perhitungan kebutuhan nutrisi ternak dan penggunaan bahan baku sangat penting dilakukan.

Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin mengharapkan melalui pelatihan ini, mahasiswa dapat meningkatkan keahlian dan kompetensinya.

“Keahlian dan kompetensi tersebut meliputi pengetahuan formulasi ransum untuk ternak, jenis pakan, kualitas pakan, teknik pemberian ransum”, ujar Syaifuddin.

“Sehingga setelah lulus mahasiswa tidak hanya memiliki ijazah, namun disertai dengan sertifikat kompetensi. Hal ini akan sangat berguna bagi mereka ketika terjun di dunia kerja. Baik itu menjadi job seeker maupun menjadi job creator” ,tutup Syaifuddin.


Bagikan Info