Berita

Sukseskan Food Estate Sumba Tengah, 30 Mahasiswa Polbangtan Kementan Dampingi Petani

Posted by:

Mentan SYL menjelaskan, food estate adalah implementasi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyediakan ketersediaan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia.

Food Estate Sumba Tengah sendiri dibagi menjadi lima zona. Zona 1 berada di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Zona 3 di Desa Dasa Elu, Kecamatan Katikutana, Zona 4 di pusat pemerintahan Makatul, salah satunya Desa Makatakeri. Zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.

Salah satu bentuk keseriusan, Kementan melibatkan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Gowa) untuk mendampingi petani di lokasi FE.

Terhitung sejak April hingga Juli 2021, pendampingan yang diintergrasikan dengan Praktik Kerja Lapang (PKL) II selama 40 hari. Hal ini merupakan penerapan program merdeka belajar dan kampus merdeka yang merupakan program besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Kementan mendukung penuh pendampingan petani food estate Sumba Tengah.

“Karena, dengan pendampingan ini kita bisa meningkatkan kemampuan penyuluh. Mahasiswa juga mengawal dan mendampingi petani,” tutur Dedi.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, mengadakan pertemuan sekaligus pelepasan rombongan mahasiswa pendampingan food estate Polbangtan Gowa.

Kegiatan dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pertanian yaitu Yance Landukara, S.Sos didampingi Kabid. Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Sakharias Banunaek, SP, Drs. Aminuddin Saade, beserta mahasiswa Polbangtan Gowa, di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Senin 12 Juli 2021.

Dalam sambutan, Yance Landukara menyampaikan ucapan terima kasih dari Pemerintah Sumba Tengah kepada Direktur dan seluruh sivitas akademika Polbangtan Gowa atas kontribusinya pada program food estate. Juga untuk kesediaan Polbangtan Gowa yang melibatkan mahasiswanya untuk mau berbagi ilmu dengan masyarakat tani didaerah Sumba Tengah.

“Kabupaten Sumba Tengah adalah salah satu daerah yang masuk kategori miskin di Nusa Tenggara Timur sehingga pentingya kita semua untuk melakukan optimalisasi seluruh sektor yang ada di sini sebagai upaya membangun kabupaten Sumba Tengah. Marilah bahu membahu membangun wilayah ini, tidak ada jarak dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar karena kita semua bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

“Tak lupa pula besar ucapan terima kasih kami kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo karena telah mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya dalam mensukseskan food estate di wilayah Sumba Tengah. Mahasiswa selama 3 bulan telah memberikan dan menerapkan inovasi-inovasi serta transfer pengetahuan kepada masyarakat dalam upaya membangun sdm serta pertanian di wilayah kami,” sambung Sekdis Pertanian, Yance.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin, mengatakan mahasiswa dan pemerintah dapat berkolaborasi sehingga melahirkan kerjasama yang dinamis dengan mahasiswa sehingga tujuan dari program ini dapat tercapai bersama dalam membangun pertanian negeri dan mensukseskan program food estate di Sumba Tengah.

“Selama 3 (tiga) bulan, para mahasiswa telah mengabdikan diri di wilayah Food Estate Kabupaten Sumba Tengah, baik dengan melakukan kegiatan pendampingan, pengawalan, pengabidan masyarakat, penyuluhan, transfer pengetahuan dan inovasi, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan sdm serta sektor pertanain yang ada di Wilayah Sumba Tengah,” jelas Syaifuddin.

0
  Related Posts
  • No related posts found.