Berita

Terus Berinovasi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Hasilkan Pestisida Nabati dari Kulit Telur Ayam

Posted by:

Salah satu indikator kemajuan pembangunan pertanian adalah banyaknya inovasi yang dapat mendongkrak produktivitas. Hal inilah yang dilakukan Polbangtan Kementerian Pertanian yang berada di Gowa telah menghasilkan pestisida nabati dari kulit telur ayam.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan bahwa menjaga agar produksi pertanian bisa terus berlangsung adalah hal penting.

“Pertanian harus terus berproduksi. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Untuk itu, Mentan mengharapkan peran generasi muda dalam sektor pertanian.

“Saya meyakini generasi muda memiliki inovasi, kreativitas yang dapat membuat perubahan lebih baik untuk sektor pertanian,” tambah Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa.

“Generasi muda merupakan tonggak pembangunan pertanian dimasa depan, karenanya dipundak mereka pembangunan sektor pertanian berada,” katanya.

Salah satu inovasi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida kimia sintetis terus dikembangkan guna meminimalisasi dampak bagi kesehatan dan ekonomi petani.

Salah satunya dengan mengenalkan kepada petani membuat pestisida nabati dari telur dan pengaplikasian pupuk bokashi.

Pupuk Bokashi merupakan salah satu contoh dari pupuk organik dan pengunaan pestisida nabati sebagai salah satu alternatif pengendalian serangga hama tanaman dan dinilai aman digunakan serta pembuatannya pun tidak sulit.

Kulit telur ayam yang biasanya dibuang begitu saja, ternyata masih bisa dimanfaatkan. Kulit Telur Ayam ternyata banyak manfaatnya, termasuk didalamnya dapat digunakan untuk membuat pupuk organik dan pestisida organik.

Andi Erwin dan Muhammad Ikbal yang merupakan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Pobangtan) Gowa yang sedang melaksanakan praktek kerja lapang (PKL) bersama anggota Kelompok tani angin sepoi, koordinator BPP Prai AU dan Penyuluh melakukan penyuluhan pengaplikasian pupuk bokashi dan dengan memanfaatkan kulit telur ayam dalam pembuatan pestisida nabati kepada petani di Lahan Kelompok Tani Angin Sepoi, Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa 22 Juni 2021.

“Penyuluhan ini bertujuan untuk membantu para petani bagaimana pembuatan pestisida Nabati dari telur dan pengaplikasian pupuk bokasi dengan metode ceramah serta diskusi agar petani bisa memahami materi yang kami sampaikan, kemudian kami langsung demonstrasi cara di lahan penanaman agar petani lebih paham tentang penyuluhan yang di berikan , di mulai dengan pembuatan pestisida Nabati dari telur dan pengaplikasian pupuk bokasi yang baik,” papar Andi.

Sementara Muhammad Ikbal menambahkan, motivasi mereka melakukan penyuluhan tersebut karena untuk mengajak para petani agar memberikan pestisida kepada tanaman bukan dari bahan kimia tetapi menggunakan bahan alami yaitu pestisida Nabati dari telur yang aman dan tidak mencemari lingkungan dan bagaimana pengaplikasian pupuk bokasi yang benar sesuai dengan kebutuhan lahan.

0
  Related Posts
  • No related posts found.