Berita

Tidak Hanya Pertanian, Mahasiswa Polbangtan Gowa Beri Sumbangsih Positif Bagi Peternak di Mentibar

Posted by:

Menyikapi penyakit Pink Eye yang menyerang ternak Desa Mentibar, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang melaksanakan kegiatan program pendampingan yang terintegrasi dengan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada wilayah perbatasan di Desa Mentibar, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas tergerak hatinya melihat situasi ternak kambing yang terserang penyakit pink eye di lokasi tersebut. Sabtu, (14/03).

Pink Eye (Mata Merah) umumnya merupakan penyakit mata akut yang menular pada sapi, domba maupun kambing. Penyakit ini diitandai dengan kemerahan dan peradangan pada daerah conjunctiva mata dan kekeruhan pada kornea mata.

Biasanya infeksi mata sering terjadi pada ternak yang mengalami perjalanan jauh. Namun bisa juga disebabkan oleh iritasi pada kornea mata akibat kibasan ekor, gesekan rumput dan debu sehingga memicu terjadinya infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri, mycoplasma dan atau virus. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ternak terinfeksi melalui sekresi mata, atau secara tidak langsung melalui vektor lalat, debu dan percikan air yang tercemar oleh bakteri.

Penyakit ini biasa menyerang domba dan kambing pada saat cuaca kurang baik serta adanya penurunan daya tahan tubuh dan dapat menyerang ternak pada semua umur, namun ternak yang berumur muda lebih peka dibandingkan dengan ternak berumur tua.

Penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.

Pink Eye disebabkan oleh bakteri,mycoplasma dan atau virus, rikketsia maupun chlamydia, namun yang paling sering ditemukan adalah akibat bakteri Maraxella bovis. Mikrorganisme penyebab ditularkan lewat kontak antara ternak peka dengan ternak penderita atau oleh serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu atau sumber-sumber lain yang dapat menyebabkan goresan atau luka mata.

Penyakit ini juga sering terjadi pada musim panas karena banyaknya debu dan meningkatnya populasi lalat Musca autumnalis sebagai vektor. Perubahan cuaca yang mendadak, terlalu padatnya ternak dalam kandang juga dapat memicu terjadinya penyakit ini.

Tepat pukul 10.00 (pagi) mahasiswa Polbangtan Gowa jurusan peternakan melakukan penanganan penyakit pink eyes pada ternak kambing yang terserang. Sebanyak 4 mahasiswa terlibat langsung yakni Adrian, Muh. Habibsyah, Annisa Dwi Uthary, dan Syafira Ramadhani. DiSaksikan pemilik ternak.

Penanganan ini dilakukan berdasarkan, adanya laporan peternak mengenai keluhan terhadap penyakit yang menyerang hampir seluruh ternaknya, penyebabnya dikarenakan bakeri maupun virus antara lain Rickettsia Konjungtiva, Mycoplasma Conjungtivae, Brahannela Catarrhalis, dan Chamlydia yang mampu menulari ternak lainnya, dan akan berakibat kebutaan pada ternak jika tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh,” ungkap Habib salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa.

Berdasarkan peninjauan langsung pada kandang peternak, hal tersebut terjadi dikarenkan kondisi kandang yang kurang bersih dan terlalu padat. Sehingga biasa terjadi kibasan ekor ternk satu keternak lainnya, dan gesekan rumput dan debu. Sehingga mampu memicu iritasi pada mata ternak. Selain itu pink eyes pada ternak tersebut dapat terjadi dikarenkan rendahnya kualitas pakan yang diberikan yang dimana pakan ternak tersebut hanya berupa daun kacang,” ujarnya.

Bersama mahasiswa Polbangtan Gowa lainnya, kami melakukan penyuntikan antibiotik dan penggunaan salep mata untel membantu kesembuhan penyakit ternak kambing. Biasanya mata kambing akan sembuh dalam 1 sampai 2 minggu setelah adanya tindakan yang dilakukan.

Pak Sandi pemilik ternak kambing yang juga Selaku Sekertaris Desa Mentibar, memberikan apresiasi kepada mahasiswa karena telah berbuat membantu peternak didaerahnya termasuk ternaknya sendiri. (MUZ).

0
  Related Posts
  • No related posts found.