Berita

Tim Polbangtan Gowa Peduli Salurkan Bantuan Logistik dan Uang Tunai Bagi Korban Gempa Sulbar

Posted by:

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa salurkan bantuan logistik dan uang tunai bagi korban gempa Sulawesi Barat. Kamis (21/01/21)

Selain uang tunai, juga diserahkan bantuan logistik lainnya berupa beras sebanyak 30 sak, mie instan sebanyak 30 dos, air mineral sebanyak 50 dos, vitamin, susu, pakaian baru maupun layak pakai, popok bayi, serta peralatan mandi. Bantuan yang terkumpul ini berasal dari sumbangan seluruh elemen dari civitas akademik Polbangtan Gowa.

Tambahan berupa alat tulis menulis dan permainan sebagai pengganti trauma healing bagi anak-anak yang terkena dampak gempa,” ungkap Muzakkir sebagai koordinator tim gempa Sulbar dan Humas Polbangtan Gowa.

Direktur Polbangtan Gowa Dr. Syaifuddin ditempat terpisah mengatakan sumbangan adalah “Sebagai bentuk peduli kami bersama seluruh civitas akademika memberikan sumbangan sesuai kebutuhan masyarakat yang terkena dampak.

“Tujuan kami untuk membantu meringankan beban saudara kami yang tertimpa musibah dan kita perbanyak doa agar musibah yang menimpa kita bisa berkurang,” tutur Syaifuddin.

Sampai saat ini, donasi bantuan masih kami terima meskipun dalam bentuk transfer,” jelas Muzakkir Tim Humas Polbangtan Gowa.

Diharapkan bantuan dari Polbangtan Gowa ini dapat bermanfaat bagi warga yang ada di Majene dan Mamuju Sulawesi barat. Bantuan ini disalurkan melalui Tim Humas Polbangtan berdasarkan arahan Direktur Polbangtan Gowa.

Sekertaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Provinsi Sulawesi Barat, drh. Agus Rauf, MM menerima langsung bantuan dan menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat civitas Polbangtan Gowa dengan rela dan ikhlas untuk mau berbagi dengan masyarakat Sulbar.

Bantuan nantinya akan di salurkan ke penyuluh dan petani yang berada di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya.

Bantuan tersebut telah disalurkan pada 2 titik lokasi gempa yaitu di Majene dan Mamuju.

Senada dengan itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan jika bantuan yang dibagikan merupakan arahan dari Bapak Presiden dimana pemerintah harus bisa menopang masyarakat terutama yang sedang mengalami bencana. Dengan demikian, di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, betul-betul membangun sinergitas antar lembaga dan pihak lainnya untuk cepat tanggap membantu masyarakat yang terdampak musibah.

“Saya sebagai Menteri Pertanian menindaklanjuti perintah Bapak Presiden agar negara hadir ditengah-tengah masyarakat dalam suasana seperti banjir atau bencana seperti saat ini sehingga masyarakat mengetahui jika negara siap membantu mereka,” ungkap Syahrul ketika menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan penyuluh pertanian adalah garda terdepan pembangunan pertanian di tingkat lapangan. Baik dalam kondisi normal, terlebih pada kondisi darurat bencana, untuk mengatasi dampak fisik dan psikologis yang dialami petani setelah lahan pertaniannya terdampak banjir.

“Penyuluh selalu siap mendampingi petani dalam kondisi apa pun. Kondisi normal maupun darurat bencana, seperti dialami saudara-saudara kita, khususnya petani di sejumlah wilayah terdampak bencana,” kata Dedi Nursyamsi dalam zoom meeting Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Kementerian Pertanian RI via Agriculture Operation Room (AOR)di Jakarta, Selasa (19/1).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya bahwa Kementerian Pertanian RI bergerak cepat merespons bencana di sejumlah provinsi seperti tanah longsor Sumedang di Jawa Barat, banjir besar di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat dan erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah.

“Semua sektor kehidupan terganggu akibat bencana alam, tak terkecuali sektor pertanian. Pertanian harus segera bangkit, karena harus menyediakan pangan bagi seluruh rakyat,” kata Mentan Syahrul.

Atas dasar itu Dedi Nursyamsi mengajak penyuluh di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang terdampak bencana, tetap membangkitkan semangat petani yang terdampak banjir, gempa bumi dan tanah longsor.

“Caranya? Identifikasi lahan pertanian yang terdampak bencana. Itu langkah awal membangun kembali pertanian setelah dilanda bencana alam,” katanya selaku keynote speaker pada kegiatan Ngobras Vol. 2/2021. (muz)

0
  Related Posts
  • No related posts found.