Berita

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Posted by:

Untuk meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian yang telah diangkat menjadi ASN PPPK, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) tengah menyiapkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

RPL sendiri merupakan penyetaraan akademik atas pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi di berbagai program studi di Polbangtan. Selain itu RPL juga sebuah implementasi dari pembelajaran sepanjang seumur hidup untuk meningkatkan jumlah angkatan kerja yang terdidik dan berkeahlian.

Melalui RPL diberikan kesempatan yang lebih luas untuk Penyuluh Pertanian yang telah memiliki pengalaman kerja, agar dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Sistem pembelajarannya pun tetap memakai satuan kredit semester (sks) dalam bentuk mata kuliah, yang diperoleh melalui pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi.

Menteri Pertanian Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan selain petani, Penyuluh Pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Penyuluh berperan dalam mendampingi petani di lapangan.

“Saat ini jumlah tenaga penyuluh pertanian masih sangat kurang. Maka pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) untuk menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penyuluh Pertanian. Untuk menjadi ASN PPPK diperlukan penyuluh-penyuluh dengan kompeten”, ungkap Mentan, Rabu 11 Agustus 2021.

Mentan menenkankan, pengakuan kompetensi penyuluh yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sangat diperlukan dalam mendukung tugas dan kinerja penyuluh di lapangan dan ini diakui melalui sertifikasi kompetensi penyuluh.

Pada kesempatan berbeda, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan dinamika sektor pertanian berkembang dengan cepat, sehingga penyuluh dituntut meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

“Kinerja penyuluhan kita masih jauh dari harapan, karena kondisinya, kita bisa memaklumi. Namun hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk menutupi kinerja kita, atau membuat kerja tidak semangat,” kata Dedi.

Metode RPL ini pun menurut UNESCO merupakan pengakuan yang berfokus kepada pengakuan capaian pembelajaran yang diperoleh dari pembelajaran secara nonformal dan informal.

Beberapa negara mempraktekkan juga pengakuan formal learning, sebagai praktik RPL (pengakuan melalui Transfer Kredit) selain nonformal dan informal learning.

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa turut andil dalam memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang telah memiliki Capaian Pembelajaran atau kompetensi yang diperoleh dan/atau pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta mempersiapkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing serta berjiwa kewirausahaan.

Keputusan Menteri Pertanian Nomor 55/Kpts/SM.220/I/07/2021 tentang Pedoman Penyelenggraaan Program Percepatan Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Melalui RPL Pada Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kemeterian Pertanian dan Surat Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Nomor 88/Kpts/SM.220/I/05/2018 tentang profil, capaian pembelajaran dan bahan kajian kurikulum pendidikan vokasi lingkup kementerian pertanian.

Berdasarkan keputusan tersebut, pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) program RPL di seluruh Polbangtan mengacu kepada jadwal yang sudah ditetapkan mulai dari Pendaftaran, Penilaian administrasi, pengumuman seleksi administrasi, Upload bukti Portofolio untuk asesmen mandiri, Pelaksanaan asesmen, banding, pengumuman hasil PMB, registrasi, hingga perkuliahan akan dilaksanakan mulai bulan Agustus hingga bulan Oktober 2021.

Wilayah rekrutmen untuk Polbangan Gowa yakni 9 provinsi di Indonesia : Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh pelamar RPL meliputi:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Memiliki Ijazah lulusan SLTA sederajat, atau Diploma II Bidang Pertanian
  3. Memiliki surat keputusan pengangkatan menjadi ASN PPPK penyuluhan pertanian
  4. Telah menjalankan pekerjaan di bidang penyuluhan paling sedikit 5 (lima) tahun pada saat dilakukan asesmen RPL
  5. Pada tanggal 31 Agustus 2021, berumur 52 tahun

Sedangkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh pelamar

  1. Melampirkan surat ijin mengikuti Tugas Belajar Program Pendidikan RPL dari pimpinan instansi (setara eselon 2)
  2. Melampirkan surat pernyataan kesediaan :
    a. Menyelesaikan pendidikan Program Pendidikan RPL sampai dinyatakan lulus
    b. Mengabdi di tempat tugas setelah selesai pendidikan, dan diketahui pimpinan instansi
  3. Mengisi formulir pendaftaran mahasiswa baru, evaluasi diri, dan daftar riwayat hidup
  4. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter rumah sakit pemerintah/puskesmas
  5. Surat pernyataan Menaati Peraturan Akademik Pada Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi Lingkup Kementerian Pertanian
  6. Membuat Surat Perjanjian Tugas Belajar Dalam Negeri Pegawai Lingkup Pertanian setelah dinyatakan diterima
  7. Memiliki bukti dokumen portopolio.

“Calon mahasiswa baru RPL bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dari latar belakang pendidikan SMA ke jenjang D4, bagi tenaga PPPK,” ujar Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin.

Terakhir, diharapkan program ini dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menghasilkan SDM yang professional di sektor pertanian.

0
  Related Posts
  • No related posts found.