Berita

Tingkatkan Kompetensi, Polbangtan Gowa Gelar Bimtek Penyusunan Buku

Posted by:

Perubahan yang sangat cepat di bidang ilmu pengetahuan terutama dalam menunjang Pendidikan vokasi, pertanian, dan teknologi berdampak pada semua sektor kehidupan dan mengharuskan semua elemen mampu mensikapi secara tepat.

Di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, hal ini berdampak pada kewajiban untuk menyediakan bahan ajar dan kurikulum yang kekinian. Dalam proses penyusunan buku diperlukan penyamaan persepsi untuk struktur dan metode. Untuk itu Unit Penjaminan Mutu (UPM) Polbangtan Gowa mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Buku dengan peserta para Dosen, Calon Dosen serta tenaga fungsional lainnya, Rabu 3 Maret 2021.

Rahmat, SP, MP, Ketua Panitia Bimtek mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah para peserta dapat dibimbing untuk mampu mengubah karya kesarjanaan (skripsi-tesis-disertasi) atau laporan hasil penelitian menjadi buku ilmiah (scholarly/scientific book) atau buku ilmiah populer (popular scientific book) yang layak terbit.

“Bayangkan jika sebuah karya ilmiah dapat dibaca dan dinikmati oleh lebih banyak orang”, ujarnya.

Selain itu, para peserta diharapkan dapat mengubah kerangka KTI nonbuku menjadi kerangka buku dengan menyesuaikannya pada anatomi buku. Dalam pengonversian ini, penulis harus mempertimbangkan mana bagian yang perlu ditampilkan di dalam buku dan mana yang tidak.

Terakhir, kami mengharapkan para peserta mampu menuliskan karya ilmiah populer sehingga dapat dibaca dan dipahami pembaca sasaran yang lebih beragam, ujar Rahmat.

Saat ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaharapkan agar para Dosen Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) terus berinovasi dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap kerja bahkan sebagai job maker ketika terjun ke masyarakat. Hal ini menjadi agenda penting untuk diwujudkan mengingat saat ini sektor pertanian menjadi tumpuan utama dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Polbangtan ini salah satu kekuatan pertanian di masa depan yang menggagas pendidikan advokasi untuk mempersiapkan pertanian yang tentu berkembang lebih maju, lebih modern dan mampu membangun kemandirian petani daerah dan kemandirian nasional terhadap kebutuhan kita,” ujarnya dalam acara peresmian sarana dan prasarana Polbangtan Gowa, Sulawesi Selatan.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan yang akrab disapa SYL ini menekankan Polbangtan dapat merubah agenda pertanian yang beradaptasi dengan tantangan tantangan sektor pertanian baik dalam bidang keilmuan, riset, sains maupun dengan teknologi teknologi yang ada. Karena itu, ia meminta SDM lulusan Polbangtan harus menjadi enterpreneur pertanian di daerah yang turut memberikan energi terhadap pertanian daerahnya bahkan menjadi bagian penggerak yang menciptakan lapangan kerja (job maker).

“Pembekalan yang diberikan yakni pembekalan nasionalisme, pembekalan agama sebagai pendekatan filosofis dan yang paling penting pembelajaran mekanisasi pertanian serta teknologi pertanian,” ujar SYL menegaskan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedy Nursyamsi mengatakan Polbangtan Gowa adalah pabriknya petani milenial yang akan melanjutkan pembangunan pertanian.

“Kedepan alumni dari Polbangtan Gowa ini akan menjadi qualified jobseeker dan jobcreature,”ujar Dedy. Dedy menegaskan pengembangan sarana dan prasarana Polbangtan terus dilakukan untuk pembangunan pertanian kedepan utamanya menyambut pertanian maju, mandiri dan modern.

Ia juga menambahkan bahwa SDM Polbangtan di bekali dengan pembelajaran terkait pengembangan pertanian berbasis teknologi 4.0 sehingga teknologi ini menjadi familiar di gunakan.

“Utamanya Polbangtan fokus di pendidikan vokasi dan pendidikan terapan sehingga alumninya nanti betul-betul menguasai inovasi teknologi terapan,” terang Dedy.

0
  Related Posts
  • No related posts found.