Tingkatkan Kompetensi Profil Mahasiswa, Polbangtan Kementan adakan Workshop Penyelarasan Kurikulum

Bagikan Info

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan pentingnya peranan generasi muda dalam memperkuat sektor pertanian kedepan. Untuk itu perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam upaya regenarasi petani.

“Anak muda wajib memperkuat negaranya sendiri agar tidak mudah dikalahkan Negara lain dan perguruan tinggi wajib mencetak SDM yang unggul dan memiliki karakter kuat di semua bidang”. Ucap SYL.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan ciri pendidikan vokasi yang berhasil adalah lulusannya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dikawal dan dilibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam menyusun kurikulum, proses pembelajaran, dan tahapan lainnya sehingga lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja”. Ucap Dedi.

Badan SDM Kementerian Pertanian telah melaksanakan evaluasi terhadap Kurikulum yang mengarah pada spesifikasi program studi yang disesuaikan dengan Jabatan Rumpun Ilmu Hayati Pertanian. Di Tahun 2022 ini saja BPPSDMP telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang Kurikulum RIHP sebanyak 2 kali dan membentuk tim untuk melakukan revisi dan evaluasi terhadap kurikulum Polbangtan.

Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa sebagai UPT Pendidikan dibawah Badan SDM melakukan langkah tindak lanjut dalam penyelarasan kurikulum RIHP.

Pada tanggal 17-19 Mei 2022 yang bertempat di Hotel Remcy Panakukang Makassar, Polbangtan Gowa menyelenggarakan kegiatan workshop penyelarasan kurikulum rumpun ilmu hayati pertanian (RIHP).

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Dosen maupun PLP Polbangtan Gowa tersebut menghadirkan Direktur Politani Pangkajene Kepulauan Dr. Ir. Darmawan M.P. sebagai narasumber.

Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin mengatakan dalam sambutannya bahwa Pelaksanaan workshop hari ini dilakukan guna mengevaluasi terhadap kurikulum Polbangtan Gowa dan melakukan penyesuaian terhadap jabatan Rumpun Ilmu Hayati Pertanian
“Harapan kami, setelah pelaksanaan wokshop ini adalah terbentuknya sebuah rumusan hasil evaluasi Kurikulum Polbangtan Gowa yang telah disesuaikan dengan RIHP” Tutup Syaifuddin.


Bagikan Info