Berita

Tingkatkan Produktivitas, Mahasiswa Polbangtan Kementan Olah Tanah Dengan Traktor Roda 4

Posted by:

Untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Upaya ini juga dilakukan di lokasi Food Estate Sumba Tengah, NTT.

Percepatan tanam di lokasi Food Estate Sumba Tengah turut didukung pula oleh Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa. Sepuluh (10) orang Mahasiswa bersama petani dan penyuluh setempat melakukan pengolahan lahan di lokasi demplot percontohan varietas baru di musim tanam kedua menggunakan dengan dibantu alat mesin pertanian berupa traktor Roda 4.

Abd Rahman mewakili rekan mahasiswa lainnya menjelaskan proses dimulai dari pengolahan Lahan dengan memanfaatkan Alsintan Traktor Roda 4. “Lahan akan dijadikan sebagai demplot percontohan penanaman padi dengan sistem jajar legowo 2:1. Kami menggunakan varietas benih padi untuk demplot yang digunakan yaitu Cakrabuana, Inpari 8, inpago, situbagendit, Pajajaran mekangga, Inpari IR nutrising, Siliwangi, Inpari 42, Inpari 45 dirgahayu, inpago 12, Inpari Inpari 13, Inpari 46 dan inpago 10. Selanjutnya bantuan varietas benih diperoleh dari Balai Besar Padi Sukamandi. Luas lahan yang akan dijadikan demplot yaitu sekitar 0,50 ha” paparnya.

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pandemi yang sedang melanda seluruh dunia ini membuat berbagai hal berubah tata cara kita berkehidupan semua menjadi tidak normal. “Oleh karena itu, Kementan terus bekerja keras memacu percepatan tanam demi menjamin stok beras aman”, ujar SYL.

Lebih lanjut SYL menyatakan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.

Pada kesempatan berbeda, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan ada 3 faktor yang menjadi pengungkit produktivitas. Yaitu teknologi, SDM, dan peraturan perundangan termasuk perda yang bisa menjamin luas sawah.

Masing-masing faktor itu kontribusinya 25% untuk produksi. Faktor pengungkit produksi tertinggi adalah SDM. Berbicara mengenai pertanian tentunya SDM pertanian yang paling besar kontribusinya, mencapai 50%. Karena, SDM-lah yang mengarahkan teknologi, sarana prasarana, termasuk kebijakan.

Dedi menambahkan adanya keterlibatan mahasiswa ini diharapkan dengan melalui pengolahan lahan menggunakan TR 4 dapat membantu petani dalam percepatan tanam.

0
  Related Posts
  • No related posts found.