Tingkatkan produktivitas pertanian, Kementan Gelar Bimtek di Leihitu Barat Maluku Tengah

Bagikan Info

GOWA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian menggelar Bimbingan Teknis (bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani milenial dan Penyuluh di Kabupaten Maluku Tengah (06/06).

Menteri Pertanian Syahrul yasin Limpo mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian ke depan.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, “Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian.
Sebab petani dan penyuluh berperan mengadakan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia”, ujar Dedi.

Bertempat di Kantor Pemerintahan Raja Negeri Hatu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah, kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh diadakan dengan menghadirkan pemateri Rein E. Senewe selaku Peneliti BPTP Maluku Fransina S. Latumahina, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura dan Andi Anugerah Wijaya selaku Praktisi Pertanian.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin mengatakan bahwa bimtek adalah upaya meningkatkan kapasitas bagi penyuluh dan transfer teknologi kepada petani. Peningkatan kapasitas ini sangatlah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Kegiatan ini dibuka Wakil Direktur III Polbangtan Gowa Muh. Irfan Aryawiguna bersama H. Abdullah Tausika Anggota DPR-RI Komisi IV Bidang Pertanian. Sebanyak 100 orang peserta hadir dalam bimtek ini yang terdiri dari Penyuluh, Petani dan Wanita Tani yang berasal dari 2 (dua) desa yaitu Desa Hatu dan Desa Allang.

Dalam sambutan pembukaan, Muh. Irfan Aryawiguna menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan kolaborasi antara Komisi IV Bidang Pertanian DPR-RI dan Kementerian Pertanian sebagai upaya pemerintah dalam membangun kapasitas sumberdaya manusia pertanian yang kompeten sehingga secara signifikan mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di Kabupaten Maluku Tengah.
“Semua program Kementerian Pertanian harus dirasakan langsung oleh rakyat dan petani” sambungnya.

Sebagai Wadir III Bidang Kemahasiswaan, Muh. Irfan Aryawiguna juga memperkenalkan Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa kepada peserta dan berharap nantinya ada mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Leihitu Barat, sehingga regenerasi petani terus berlanjut kedepannya.

Abdullah Tausikal dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang mengikuti kegiatan bimtek ini.

“Saya selalu berpesan kepada pemerintah bahwa segala bentuk kegiatan maupun kebutuhan yang berkaitan dengan petani harus diprioritaskan” ujarnya.

Abdullah Tausikal juga menyampaikan bahwa potensi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Leihitu Barat cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Ada banyak komoditas pertanian yang bisa dikelola di daerah ini, tetapi kita semua masih minim pengetahuan tentang bagaimana mengelolanya. Sehingga saya berharap bimtek ini dapat menambah pengetahuan kepada bapak dan ibu bagaimana cara bertani dan berkebun yang baik sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal” sambungnya.

“Saya berharap penuh kepada para penyuluh khususnya penyuluh muda untuk aktif berpartisipasi dalam memberikan bimbingan kepada para petani dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi di lapangan. Bagaimanapun penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian di negeri ini. Mudah-mudahan hari ini lebih baik dari hari kemarin”, ujar Abdullah.

Selanjutnya, kegiatan ini diisi dengan beberapa pemaparan materi terkait teknis pertanian oleh Rein E. Senewe selaku Peneliti BPTP Maluku dengan materi Pengelolaan Hama dan Penyakit, serta Budidaya Tanaman Perkebunan. Selain itubFransina S. Latumahina selaku Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, juga turut berkontribusi memberikan materi yang berjudul tentang pembuatan biopestisida nabati untuk pengendalian hama tanaman. Kedua materi yang dibawakan merupakan permasalahan utama bagi para petani di Kecamatan Leihitu Barat.

Output dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan pengetahuan tambahan terkait bagaimana meningkatkan produktivitas petani melalui pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman, sehingga juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani setempat.


Bagikan Info