Tumbuhkan Minat Usaha Bagi Petani Milenial, Kementan Gelar Workshop Ekosistem di Bantaeng

Bagikan Info

BANTAENG – Menyadari betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggerakkan generasi muda untuk mengisi dan mendorong pembangunan dalam bidang pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kementan terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini,” jelas SYL.

Untuk mempromosikan sektor pertanian, melalui Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Proggrame, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan transformasi pertanian berkelanjutan di daerah pedesaan dan memberikan fasilitas serta bimbingan kepada para petani atau wirausahawan muda profesional sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” paparnya.

Setelah sebelumnya workshop ekosistem digelar di Kabupaten Bone dan Bulukumba yang juga merupakan wilayah binaan program YESS. Kementan menggelar pelaksanaan workshop ekosistem III yang dilaksanakan di Teknopark, Lamalaka Bantaeng (31/05).

Workshop yang dibuka oleh Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin tersebut dihadiri oleh 26 peserta yang terdiri dari: BDSP, DPM, penerima manfaat, DIT, mobilizer, komunitas, Kadistan, Bappeda, dan Dinas Koperasi.

Dalam sambutannya Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin mengatakan bahwa workshop ini penting untuk mendorong para pemuda berpartisipasi aktif dalam bidang pertanian dan melahirkan pengusaha yang bergelut di bidang pertanian.

“Ada beberapa komponen kegiatan yang dilakukan YESS, saya melihat program ini banyak memberikan bimtek, hal ini guna menciptakan lingkungan agar mendukung kewirausahaan, petani diberikan pemahaman bagaimana menjadi wirausahawan, dan jika sukses maka akan dijadikan percontohan,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa program YESS merupakan upaya Pemerintah Pusat dalam rangka menumbuhkan petani milenial.

“Program YESS ini merupakan antisipasi berkurangnya jumlah petani setiap tahun di Indonesia. Maka Kementan mencanangkan program cetak 2,5 juta petani milenial”, katanya.

Kepala Dinas Pertanian Bantaeng, Budi Taufik menyebut bahwa workshop ini diyakini mampu menumbuhkan minat usaha pada sektor pertanian.

“Tujuannya untuk menumbuhkan wirausahawan muda yang bergerak di sektor pertanian. Lewat workshop ini diharap menemu-kenali ekosistem wirausaha di wilayah masing-masing,” kata Budi Taufik.

“Apa yang didiskusikan terkait ekosistem wirausaha ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Bantaeng, khususnya di sektor pertanian,” jelasnya.

Manajer Program YESS Sulsel Kisman Arsyad menambahkan bahwa Workshop tersebut merupakan Kegiatan yang diciptakan untuk membangun ekosistem kewirausahaan pertanian di wilayah program YESS.

Terakhir Kisman mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memvalidasi Komoditi yang telah dibuat dalam Bisnis Model Pertanian kemudian menyusun cluster komoditi di tiap wilayah dan merancang design sinergitas antar lini cluster komoditas pertanian.


Bagikan Info