Berita

Wujudkan 4.0, Kementan Poles Petani MileniaI dengan Ilmu Digital Marketing

Posted by:

Pertanian Indonesia dijamin makin go digital. Makin mantab bermanuver dalam zona 4.0 yang deras bergulir. Apalagi, perhatian besar ditunjukkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) kepada petani, khususnya yang berstatus milenial.

Kementan memberikan pelatihan digital marketing berbasis Internet of Things (IoT).

“Petani Indonesia harus mengikuti perkembangan teknologi era 4.0. Tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Digital marketing pun selaras dengan pertumbuhan ekonomi digital dalam arti luas.

Perlu diketahui, Indonesia sebagai episentrum ekonomi digital di ASEAN. Indonesia menyumbang 41,9% transaksi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Mengacu data Google, Temasek, juga Bain & Co, sekitar transaksi 41,9% ekonomi digital di ASEAN berasal dari Indonesia.

Semakin menarik, pasar domestik ekonomi digital juga sangat kompetitif. Indonesia menjadi negara berpenduduk terbesar ke-4 di dunia.

Jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta atau 70,7%. Menariknya, komposisinya sebagian besar generasi Z dan generasi milenial.

“Di era sekarang, startup dan robot construction sudah menjadi bagian dari pertanian. Dengan begitu digital system menjadi pendekatan baru di sektor pertanian masa depan,” ujar SYL.

Potensi bisnisnya makin besar, sebab jumlah pengguna ponsel di Indonesia saat ini mencapai 345,3 juta.

Adapun penetrasi internetnya mencapai 73,7%. Trafik internet mengalami peningkatan 20% di sepanjang tahun 2020.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa peluang bisnis pertanian terbuka sangat lebar dengan menggandeng situs belanja online.

“Revolusi Industri 4.0 memberikan banyak peluang besar kepada petani, terutama petani milenial. Petani bisa memanfaatkan situasi belanja online untuk menguatkan marketnya,” lanjut Dedi.

Memanfaatkan teknologi informasi melalui program YESS, Kementan pun manfaatkan fungsi strategis institusi pendidikan.

Kementan mendorong Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa menggelar kegiatan Pelatihan Digital Marketing Berbasis IT di Hotel Mercure, Makassar, 13 – 15 November 2021.

Polbangtan Gowa merupakan selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

Konsepnya merupakan kerja sama Kementan dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

“Pelatihan dengan konsep digital terus dilakukan. Hal ini akan mendukung penetrasi pasar yang dilakukan oleh petani. Sejauh ini hasilnya positif. Petani mendapatkan manfaat ekonomi yang besar,” papar Dedi lagi.

YESS dirancang untuk menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services serta mengembangkan potensi generasi muda dan regenerasi petani di pedesaaan untuk menjadi wirausahawan muda dan tenaga kerja profesional di bidang pertanian.

Pelatihan ini dihadiri oleh 68 peserta petani milenial dari 5 Kabupaten di Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Bone 14 orang, Kabupaten Maros 14 orang, Kabupaten Bantaeng 15 orang, Kabupaten Bulukumba 8 orang, dan Kabupaten Gowa 17 orang.

Kisman Arsyad selaku ketua panitia mengatakan 68 peserta ini diantaranya adalah petani milenial penerima manfaat program YESS, alumni polbangtan gowa hingga calon wirausahaa yang berasal dari polbangtan gowa” ujarnya.

Kegiatan ini juga menyajikan materi-materi yang dapat langsung diaplikasikan oleh peserta karena menggunakan gadget yang mereka miliki yaitu smartphone” tambahnya.

Dalam sambutannya, Syaifuddin Anwar sekaligus membuka acara ini mengatakan ada 3 faktor pada yang mendukung visi misi pertanian yakni inovasi, kebijakan, dan pengembangan SDM.

Pengembangan SDM, ada beberapa cara meliputi pendidikan dan pelatihan. Hari ini kita tentu sudah meningkatkan kapasitas SDM khususnya dalam rangka meningkatkan kapasitas IT.

Pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh teman-teman petani milenial dan Polbangtan Gowa sudah melakukan pelatihan IT pada wilayah YESS” tambahnya.

Pelatihan IT ini ada beberapa komponen diantaranya digital marketing, aplikasi, dan jaringan yang bisa dioptimalkan maksimal. Dan dengan adanya pelatihan ini diharapakan petani milenial dapat memanfaatkan untuk penjualan hasil produksi dari lahan mereka”ujarnya.

Hari pertama, peserta dibekali materi mengenai prospek, pertanian 4.0, dan pertumbuhan wirausahawan muda pertanian oleh narasumber Wakil Direktur I, II, dan III. Selanjutnya materi mengenai content marketing bagi sebuah bisnis oleh narasumber Rijal Djamal.

Hari kedua dan ketiga pelatihan, peserta diberikan materi foto produk menggunakan smartphone oleh Muhammad Fajrin, dan materi brosur digital menggunakan smartphone oleh Arya Octapratama.

Terakhir peserta akan diarahkan melakukan praktik membuat foto produk dengan menggunakan smartphone, digital marketing, whatsapp marketing, dan optimasi Facebook dan Instagram Marketplace untuk promosi produk.

Tentunya ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengembangkan usahanya kedepan.

Sehingga cita-cita kementan untuk mencetak petani milenial yang maju, mandiri dan modern dapat terealisasi sesuai harapan” ujar Kisman.

0
  Related Posts
  • No related posts found.